Totok Suharto

Totok Suharto

Jumat, 03 Agustus 2012

Pagi Bening

        Inilah prestasi tertinggi dari Teater Espero pada ajang Festival Teater Pelajar Djarum Award 2010
saat itu kebanggaan dan penghargaan demi pengharhaan tercurah pada kami, bagaimana tidak enam dari tujuh kategori festival kami miliki. Seperti:
1. Teater terbaik, 2. Sutradara terbaik, 3. Penata artistik terbaik, 4. Pemeran Utama Pria terbaik, 5. Pemeran Utama Putri terbaik, 6. Pemeran Pembantu Putri terbaik, dan satu-satu kategori Pemeran 
pembantu pria lepas dari tangan dan menjadi milik teater MTs Undaan. 
       Proses pemenangan tentu tidak semudah membalik telapak tangan, banyak tangan ikut mengolahnya, seperti Mas Cipo yang bertangan dingin dan selalu sabar menghadapi badai rintangan, juga Mas Wahyu, tentu tidak lepas pula managemen SMP 2 Kudus.
Maka dengan kerendahan hati kami ingin berbagi dan mengenang momentum pemenangan itu dengan menampilkannya di blognya si guru kece untuk orang kece...
TEATER ESPERO
SMP 2 KUDUS
                                                              Mempersembahkan
 
PAGI BENING
  Karya
     Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero
          Terjemahan
Drs. Sapardi Joko Damono 

                                         Produksi ke 5 espero
Sutradara       : Suharto, S. Pd
Donna Laura  : Caesar Nia Salamah
Don Gonzalo : Satria Wisnu Febryanton
Petra              : Artha Dewi  Novitasari
Juanito           : Adhitya Rizal Firdaus
  Hari       : Minggu
    Tanggal  : 21 November 2010
    Pukul     : 18.30 WIB
    Tempat  : GOR Djarum Kaliputu Kudus

 Penanggung jawab   : H. Muhammad Taufiq, S. Pd
                Penasihat  : H. Sugiarto, SH 
                                : H. Sujarwo, S. Pd
                                : Ahadi Setiawan, S. Pd
 Pimpinan produksi   : Suroto, S. Th
         Penata artistic  : Eny  Retno Susiana, S. Pd
    Penata panggung   : H. Supangat, M. Pd
         Penata busana  : Sri Prosojo Retno W., S. Pd
                                   Dwi Kumalasari
                                   Annisa Risqi Indriani
     Penata wajah : Etik Dwi Aprili Yanti, S. Pd
                                         Shafira Moreta
         Penatta lampu : Fahrudin Hardian, S. Pd
                                   Wahyu Hadi Wijaya
                                   Baharudin Riko Pradana    
                 Penata musik : Noor Kolis, S. Kom
                                          Noor Hadi                  
                 Dokumentasi : Sarpani, S. Pd
                  Transportasi : Drs. Sulichan
                 Perlengkapan : Ismail Aprilino Saputra
                                          Abie Dhimas Al-Qoni Fatarrudin
                  Reza Pahlevi Ibnu Yudha

Donna Laura, wanita tua yang masih menyisakan garis-garis kecantikan masa mudanya. Tidak sengaja bertemu lelaki tua yang tidak sabaran, egois, dan sedikit congkak.  Mereka bertemu, berselisih, dan saling mencibir. Kemudian saling bercerita tentang cinta masa muda. Donna Laura pun tersentak… Mungkinkah dia Don Gonzalo? - lelaki yang telah mengubur cintanya,  Lelaki tampan berkuda  yang selalu melempar bunga di bawah jendela rumahnya pada berpuluh tahun lalu...?

Bagaimana cerita selengkapnya tunggu.... aja 

Silakan Anda melihat sendiri bagaimana pentas produksi kami, dengan cara klik di sini

Kamis, 02 Agustus 2012

sepotong hati kukirim padamu

anakku...
hari ini sepotong hati  kukirim ke sini
ke langit-langit kelas dan menyatu desir AC kelas kita
masuk ke lembar buku tugas dan LKS
karena bapak tak bisa hadir 
karena suara tercekat di tenggorakan
karena dokter bilang bapak harus puasa bicara
takutnya menyiksa pita suara, katanya 

anakku...
ada yang tak tahu kamu ketahui
tentang ujian kompetensi guru
yang menyita waktu belajarmu
yang lebih mengutamakan waktu  menyiapkan materi uji
daripada berdiri di depanmu
mengalahkan haus dahagamu tentang ilmu
meski sepotong hati sebagian guru turut menemani
mengerjakan tugas-tugas yang menurutmu membuat jemu
dan kamu terpaksa menambah selaksa doa
agar gurumu bisa tersenyum
menjalani uji kopetensi guru

anakku...
kemarin sepotong hati menemanimu di kelas
karena bapak ibu  harus seperti kamu
menghadapi seratus soal dan pengawas
ada yang gagal komputer tidak konek server ngadat kata petugas
ada yang puas nilainya tuntas di atas batas
ada yang gigit jari nilai tak terpenuhi
ada yang harus menanti nilai tak kunjung muncul dan memanjangkan masygul

anakku...
ternyata kami tak beda dari kalian saat menghadapi ulangan harian atau ujian
bedanya saat kamu ujian kami menambah latihan dan persiapan
menambah jam dan pengayaan materi pelajaran
dan ijazahmu jelas untuk maju kesekolah lanjutan
dan kami berbeda karena kami mengambang
dan terpaksa terbang bertanya pada awan untuk apa ada ujian
untuk pemetaan atau ancaman tunjangan?

anakku...
sepotong hati kukirim padamu
kutingggalkan saat uji kompetesi guru
tak perlu menambah dirimu galau
tak perlu tambah risau
karena bapak tahu kamu masih hijau
terlalu berat ikut memikirkan uji kompetensi gurumu
pengorbananmu dan keiklasan ditinggal guru
sudah cukup mewakili impati dan simpatimu kepada kami


                                                                                                     Mlati, 3 Agustus 2012
                                                                                                      saat dapat cuti sakit